https://bukitpeninjauanii.desa.id/, Rabu (01/10/2025) Pemerintahan Desa Bukit Peninjauan II menjadi Peserta dalam Traning Of Trainers Edukasi Pra Pendaftaran Pekerja Migran Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman lebih kepada Aparatur Desa/Perangkat Desa berkaitan dengan Prosedur bagi Calon Pekerja Migran Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu 30 September 2025- 01 Oktober 2025 di Hotel Mercure Provinsi Bengkulu. Pelaksanaan TOT Indonesia di fasilitasi oleh Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Bukan hanya Desa Bukit Peninjauan II saja yg mengikuti kegiatan ini, Ada 12 Desa lainnya yang telah menjadi Desa Migran Emas bersama Dinas Tenaga Kerja dari beberapa Wilayah Kabupaten yang berkaitan.
Kegiatan ini di buka pada hari selasa (30/09/2025) oleh Ibu Inspektur Lismiati, dilanjutkan oleh paparan Narasumber berkaitan dengan Edukasi Pendaftaran Pekerja Migran Indonesia.
Bapak Alpian Nasrulah, S. Kom menjelaskan Siapa dan Pentingnya Pekerja Migran Indonesia serta bagaimana Peran Pemerintah Daerah terhadap calon Pekerja Migran Indonesia dan Juga Peranan Pemerintah Desa terhadap Calon Pekerja Migran Indonesia.
Ibu Inspektur Lismiati, juga menjadi Narasumber serta menjelaskan mengensi Pekerja Migran Indonesia, Keuntungan bekerja di luar negeri, Top 12 negera penempatan PMI, serta Top 12 Jabatan PMI, pentingnya mencari Informasi Lowongan Kerja PMI di Website Resmi, serta beberapa persyaratan calon PMI.
Bapak Farid Ma'rui, menyampaikan berkaitan tentang Rekrutmen Ilegal, ada banyak faktor yang menjadi faktor suatu PT tersebut melaksanakan Rekrutmen PMI ilegal dan tidak berangkat secara Prosedural, sehingga ada banyak kerugian yang akan di alami oleh Calon PMI tersebut.
Narasumber Terakhir dari Relawan Migran Indonesia, Ibu Siti Badriah, menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan lagi jika ingin menjadi Calon PMI, karena sudah banyak kasus yang terjadi di lapangan. Bukan hanya PMI saja yang harus mendapatkan perlindungan tetapi keluarga PMI juga. Karena segala prosedur pemberangkatan PMI harus berdasarkan izin keluarga juga. Jika terjadi sesuatu hal pada PMI, keluarga harus bisa menerima apapun kosekuensinya. Itulah mengapa pentingnya berangkat menjadi calon PMI yang terdaftar/prosedural. Jika terjadi beberapa hal negara akan ikut andil dalam menangani permasalahan-permasalahan yang terjadi pada PMI nantinya.
Kegiatan Training Of Trainer ini berakhir dengan diskusi bersama berkaitan dengan RKTL kegiatan ini, dan di tutup dengan Pembacaan Naskah Komitmen bersama seluruh Peserta.